Presiden Prabowo Arahkan Percepatan Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy dengan BPI Danantara
KALTIMVOICE.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen serius terhadap percepatan proyek strategis nasional. Fokus utama adalah Hilirisasi dan Waste to Energy. Hal ini terungkap dalam pertemuan penting di kediaman pribadinya.
Pertemuan berlangsung di Hambalang, Bogor. Presiden Prabowo menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dia adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. Momen ini terjadi pada Minggu sore, 4 Januari 2026. Pertemuan ini menggarisbawahi urgensi agenda ekonomi dan lingkungan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan tertulis terkait pertemuan tersebut. Beliau menjelaskan substansi pembahasan. “Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus membahas proyek-proyek vital,” ujar Teddy.
Diskusi berpusat pada investasi strategis. Ini termasuk proyek hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Selain itu, pengembangan teknologi waste-to-energy menjadi agenda utama. Ini sejalan dengan visi ekonomi berkelanjutan.
Mendorong Proyek Hilirisasi dan Investasi Nasional
Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy adalah pilar utama pembangunan ekonomi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas. Indonesia kaya akan sumber daya alam. Hilirisasi mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.
Oleh karena itu, ini akan menciptakan lapangan kerja. Peningkatan pendapatan negara juga menjadi target. Selain itu, ini akan memperkuat struktur industri dalam negeri. Menteri Rosan Roeslani memimpin BPI Danantara. Lembaga ini memiliki peran kunci. Mereka menarik investasi dan mengelola portofolio proyek strategis.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo mempertegas arahan. Percepatan investasi di sektor hilirisasi menjadi prioritas. Targetnya adalah komoditas nikel, bauksit, tembaga, dan sawit. Ini bukan hanya tentang ekstraksi.
Ini tentang penciptaan ekosistem industri yang terintegrasi. Dengan demikian, ekonomi Indonesia akan lebih mandiri.
Mengurai Tantangan Lingkungan dengan Waste-to-Energy
Aspek lain yang dibahas adalah proyek Hilirisasi dan Waste to Energy. Ini merupakan solusi inovatif. Teknologi waste-to-energy mengubah sampah menjadi sumber energi listrik. Hal ini menjawab tantangan pengelolaan limbah perkotaan. Kota-kota besar di Indonesia menghadapi masalah sampah.
Program ini sangat relevan. Selain mengatasi tumpukan sampah, ini juga menghasilkan energi bersih. Oleh karena itu, proyek ini berpotensi ganda. Ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Lalu, ini akan mendukung ketahanan energi nasional.
Pemerintah berkomitmen pada transisi energi. Termasuk energi terbarukan dan energi dari limbah. Dengan demikian, investasi di sektor ini sangat krusial. BPI Danantara diharapkan mampu menarik investor. Mereka akan mengembangkan fasilitas waste-to-energy modern.
Selanjutnya, proyek ini akan mendukung target nol emisi. Ini juga menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih.
Secara khusus, proyek-proyek semacam ini memiliki relevansi tinggi. Terutama bagi daerah penghasil sumber daya dan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Kalimantan Timur adalah provinsi strategis. Ia memiliki potensi besar untuk hilirisasi.
Daerah ini kaya akan batubara, minyak, dan gas. Oleh karena itu, investasi hilirisasi dapat membawa dampak ekonomi besar. Selain itu, pengelolaan sampah di sekitar IKN sangat penting. Ini demi keberlanjutan kota masa depan.
Bahkan, teknologi waste-to-energy bisa menjadi model. Ini bisa diterapkan di IKN dan kota-kota penyangga lainnya. Hal ini menunjukkan visi pemerintah. Mereka ingin membangun ekosistem ekonomi hijau yang komprehensif.
Masa Depan Investasi dan Kebijakan Berkelanjutan
Pertemuan di Hambalang mengindikasikan arah kebijakan. Pemerintahan Presiden Prabowo akan fokus pada investasi berdampak besar. Tidak hanya itu, ini juga harus berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan lembaga investasi sangat vital.
BPI Danantara, dengan Rosan Roeslani sebagai Kepala, memegang peran sentral. Mereka akan menjadi motor penggerak. Mereka memastikan proyek-proyek prioritas berjalan lancar. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
Pemerintah juga akan memastikan. Regulasi mendukung iklim investasi yang kondusif. Sebagai hasilnya, Indonesia dapat menarik lebih banyak modal. Modal tersebut akan disalurkan ke sektor-sektor kunci. Ini termasuk energi terbarukan dan industri pengolahan.
Keputusan ini memperkuat posisi Indonesia. Negara ini menjadi pemain kunci di rantai pasok global. Ini juga menunjukkan komitmen pada pembangunan yang berwawasan lingkungan. Baca juga Berita Pemerintahan terkait kebijakan terbaru.
Informasi lebih lanjut mengenai program hilirisasi dapat dilihat di situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.